Berkenalan Dengan Permainan Jadul (Jaman Dulu)

 Berkenalan Dengan Permainan Jadul (Jaman Dulu)


Agak miris bukan jika melihat adik-adik kita sekarang ini hanya duduk diam di rumah memegang gadget di tangan. Bermain games yang sedang tren saat itu, juga mungkin hanya scroll scroll sosial media. 

Fenomena seperti itu memang bukan lagi hal yang mengejutkan. Karena hampir semua anak-anak sekarang ini telah memiliki smartphone. Lebih dari itu, anak-anak sekarang ini seperti tidak mengenal cara bersosialisasi. Tidak kenal teman satu dan lainnya. Sangat memprihatikan jika keadaan seperti ini akan terus terjadi. Bagaimana tidak, generasi penerus bangsa adalah anak cucu pemuda pemudi yang sekarang ini tengah dididik untuk menjadi siap menjadi ujung tombak kemajuan sebuah negara. 

Melihat kondisi dan keresahan seperti itu, melalui program kerja di KKN ini, saya dan teman-teman mulai mengenalkan dan mengajarkan kepada adik-adik di tempat kami KKN untuk tau cara-cara bermain kami dulu. Permainan jaman dulu yang bagi kami sangat mengasyikkan dan penuh arti. Salah satunya adalah arti dari cara bersosialisasi itu sendiri. 

Permainan yang dikenalkan memang tak banyak, seperti ular-ularan, gobak sodor juga engklek. Mungkin di tiap-tiap daerahnya akan memiliki nama yang berbeda. Tapi tetap saja, tujuannya satu melatih anak-anak untuk dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya juga melatih syaraf motorik juga sensorik mereka. 

Permainan tradisional ini ternyata sangat disukai mereka. Adik-adik mengakui bahwa mereka tidak pernah bermain seperti ini sebelumnya. Mereka mengakui sangat bahagia dan ingin terus bermain. Ada pula yang bertingkah lucu saat permainan ini. Namanya dek Dafa, ketika bermain gobak sodor ia yang awalnya adalah penjaga tiba-tiba menjadi pemain dan langsung lolos ke finish. Sedikit butuh kesabaran memang untuk mengenalkan permainan tradisional ini kepada mereka. Meski banyak dari mereka yang sudah paham, tentu saja permainan seperti ini tidak bisa hanya dilakukan sekali. 

Yang semakin menggelitik adalah ketika adik-adik perempuan bermain ular-ularan. Tim satu dan tim dua sama-sama tidak bisa memecahkan balon yang menjadi ekor di tiap timnya. Setiap kali bermain terdengar teriakan-teriakan begitu nyaring dan gelak tawa, yang menyebabkan permainan ini tidak selesai-selesai. Alhasil untuk mendapatkan pemenangnya dilakukan suit dan yang menang dapat memecahkan ekor balon dari tim yang kalah. 

Terlihat raut muka begitu bahagia juga sedikit lelah. Mungkin karena mereka sudah jarang berlari-larian seperti itu. Tapi mereka tidak mengaku capek meski terlihat terengah-engah. 

Begitulah kiranya perkenalan adik-adik dengan permainan yang belum pernah mereka mainkan. Semoga menjadi pengalaman berharga bagi kita semua ya. Semoga dapat membekas dan dapat dimainkan lagi setelah tidak ada kami di sini ya adik-adik. 

Selamat bermain.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pengalaman Baru

Permen Lollipop

Dinamika Pendidikan Dasar Bagi Anak-Anak di Desa Kedungjeruk Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar