MENILIK KARTINI MASA KINI

 

MENILIK KARTINI MASA KINI

Bulan April, konon terkenal dengan April Mob. Suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk mengerjai seseorang, bisa teman, sahabat, keluarga atau yag lainnya.  Namun, bukan hanya itu. Bulan April bagi bangsa Indonesia memliki cerita sejarah yang panjang, yaitu bulan kelahiran seoarang pahlawan bangsa. Seorang perempuan dengan cita-cita mulia demi peradaban perempuan Indonesia. Seorang perempuan yang namanya masih lekat di telinga, ia Kartini.

Kartini muda memiliki semangat yang luar biasa. Upayanya untuk menyamaratakan peran laki-laki dan wanita mengantarkannya sebagai pahlawan bangsa. Kalimat-kalimat yang terucap dari bibirnya sangat terkenal tak pernah dimakan usia. Dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai lansia pasti akan tau jika kalimat “habis gelap terbitlah terang” adalah kalimat yang pernah dituliskan oleh Kartini, dan menjadi judul dalam bukunya.

Lalu, akankah semangat Kartini di masa lalu akan sama dengan perempuan-perempuan (Kartini) sekarang ini?

Sosok Kartini di masa lalu agaknya tetap menjadi panutan bagi perempuan-perempuan di era milenial ini. Kegigihan Kartini dulu, lambat laun memiliki tempatnya di masyarakat. Sekarang ini, di segala lini, perempuan mendapat tempat dan porsi yang sama dengan laki-laki. Tidak hanya di lingkup pemerintahan, politik maupun strata jabatan, perempuan telah memiliki kekuatan untuk dapat bersanding dan berjalan bersama laki-laki. Sebagai contoh, Ibu Megawati Soekarnoputri, sosok perempuan pertama yang berhasil menjadi Presiden Indonesia ke-5. Lanjut, Ibu Sri Mulyani, menteri keuangan Indonesia, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Tak hanya yang disebutkan di contoh, sosok Kartini masa kini adalah perempuan-perempuan hebat yang ada di sekeliling kita. Setiap dari kita pasti mempunyai definisi Kartini masa kini di hidupnya. Entah itu seorang ibu, kakak, nenek, atau yang lainnya. Perempuan-perempuan hebat ini layak disebut dengan Kartini masa kini. Bagi penulis, sosok Ibu adalah visualisasi Kartini terdahulu. Semangat juang demi keluarganya mungkin kerap kali jarang terekspos, namun dengan ketulusan hatinya ia tetap bertahan dan berjuang demi orang-orang yang ia kasihi. Seperti Kartini, ia mengabdikan hidupnya untuk mampu membangun sekolah-sekolah untuk para wanita terdahulu. Semangat yang tak pernah padam, akhirnya membawa cita-cita mulia itu terwujud. Pun begitu dengan seorang ibu, jasanya yang luar biasa untuk anak dan keluarganya mungkin tak akan pernah bisa terbalaskan. Dalam senyumnya, mungkin masih tersimpan kekhawatiran bagi masa depan keluarganya. Dalam marahnya, mungkin masih tersimpan kesedihan bagaimana kelak putra putrinya menjadi dewasa. Ibu, menjadi sosok paling sempurna bagi penulis untuk dapat menggambarkan Kartini masa kini.

Kini, perempuan Indonesia telah memiliki kesempatan yang sama dengan seorang pria. Tanpa rasa takut, rasa was-was, dan perasaan tak enak lainnya. Mereka semakin gigih dalam perjuangannya untuk meraih cita-cita pun juga berjuang demi keluarga. Ketangguhannya dapat dibuktikan dengan banyaknya pekerja wanita yang menaruhkan hidup mereka sebagai tenaga kerja wanita di luar negeri. Menjadi pahlawan devisa untuk Negara dan keluarga. Pengorbanan para perempuan Indonesia memang sangat luar biasa. Mewarisi semangat Kartini, mereka tak mau berpangku tangan hanya berpasrah kepada garis nasib dan takdir.

Kartini masa kini, sudah harus lebih gigih dan semangat dalam mewujudkan asa dan karsa. Kenapa? Karena dulu saja dengan keterbatasan yang dimiliki, Kartini mampu mewujudkan cita-citanya. Lantas bagaimana dengan kita yang sudah diberi kebebasan dan kemudahan untuk dapat setara dengan kaum pria? Akankah terus saja berdiam dan berpangku tangan? Tentu tidak, bukan? Sebagai Kartini masa kini, sudah seharusnya kita senantiasa bersungguh-sungguh dalam meraih cita-cita, memperjuangkan hak sebagai perempuan dengan kesetaraan dengan pria, serta bertekad untuk dapat selalu memperjuangkan kebahagiaan demi keluarga. Kartini masa kini, harus mempunyai pengetahuan yang luas, keberanian, tangguh serta gigih, juga dapat menjadi pendukung bagi perempuan-perempuan lainnya.

21 April, diperingati sebagai hari Kartini. Semoga beliau dapat tersenyum melihat perempuan-perempuan Indonesia telah bisa mengenyam pendidikan setara dengan pria. Semoga Kartini masa kini tetap mewarisi semangat juang Kartini terdahulu. Dan semoga, cita-cita semua Kartini di Indonesia dapat terwujud dengan selalu meninggalkan kebahagiaan di dalamnya.

Selamat Hari Kartini, untuk perempuan hebat Indonesia.

Salam semangat,

Diari Lestari. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keripik Gedebog Pisang Ala KKN Kelompok 219

Permen Lollipop

Sebuah Pengalaman Baru