PUTRI KECIL HARAPAN KELUARGA
PUTRI KECIL HARAPAN KELUARGA
Dua puluh satu tahun yang lalu,
tepatnya di bulan Oktober seorang anak perempuan lahir ke dunia. Tangisannya
memekakkan seisi ruangan. Menjadi kebahagiaan baru di keluarga kecil itu. Ia diberi
nama Endang Tri Lestari oleh neneknya. Nama dengan berbagai harapan dan doa
tentunya.
Waktu yang begitu cepat berlalu,
membawa putri kecil ini menapaki hidupnya. Dulu sewaktu kecil, kalian pasti
teramat ingin menjadi dewasa bukan? Sama, putri kecil ini pun juga melakukannya.
Sedari kecil hidup sudah mengajarinya begitu cara bijak untuk memaknai hidup. Tentang
berjuang, kehilangan, hak milik,
berteman, mengasihi dan dikasi, dan berbagai macam pelajaran lainnya. Bahkan ketika
ia mulai beranjak remaja, banyak yang mengira bahwa ia adalah anak pertama. Karena
ia cukup berani dan mandiri, cukup bisa membawa dirinya menjalani hidup yang
kadang memang tak ramah dan menyakitkan. Tapi, semua itu tidak benar. Ia adalah
putri ke tiga dari dua kakak perempuan dan satu adik laki-laki. Dan kini, ia
adalah anak perempuan harapan pertama dan terakhir untuk keluarganya. Mengapa begitu?
Karena dua kakak perempuannya telah memiliki keluarga dan adikknya yang kini
masih mengenyam pendidikan di sekolah dasar.
Tuhan memberikan takdir ini bukan
tanpa maksud, ia percaya itu. Orang tuanya yang memang tidak lagi muda, membuat
ia berpacu dengan umur mereka untuk bisa mewujudkan harapan-harapan besar
keluarganya. Menjadi putri kecil yang mempunyai beban cukup hebat memang tidak
mudah. Sering kali ia mendapat tekanan, bahkan cemoohan dari orang-orang
terdekatnya. Orang-orang selalu bilang padanya, sekolah dulu ya mba, yang rajin
yang pinter, terus kerja, jangan buru-buru nikah, kasian bapak sama ibuk, wes
banting tulang kesana kemari supaya kamu bisa sekolah, biar bisa bantu orang
tua dulu nanti. Kala itu, narasi-narasi seperi itu sering sekali terdengar dari
setiap orang yang ia temui. Terkadang ia merasa ia sudah tau apa yang harus ia
berbuat, tapi kadang omongan itu membuatnya terpacu untuk terus bersemangat
dalam mencapai cita-citanya. Tak sampai disitu, perjalanan menuju dua puluh
satu tahun itu begitu berat. Banyak kejadian yang seakan-akan merebutnya dari
keindahan dunia ini. Tapi, sekali lagi dunia mengajarinya cara memaknai hidup.
Tuhan memberinya orang-orang baik, yang mampu menjadi tempatnya berbagi.
Diumurnya yang sekarang, ia hanya
berharap Tuhan memberinya kemudahan dalam perjalanan menjadi putri kecil
harapan keluarga. Kelak dapat melihat senyum merekah dari kedua orang tuanya, adalah harapan besar dari putri kecil ini. Menjadi rumah bagi keluarganya,
mendapat begitu banyak kasih dan cinta dari orang-orang yang menyayanginya. Semoga
Tuhan berkenan memberinya semangat lebih untuk bisa menyelesaikan tugas mulia
ini. Dalam perjalanan menuju itu, semoga orang tua, keluarga, dan orang-orang
terkasih senantiasa ada bersamanya. Memperjuangkan cita-cita dengan sebanyak
keyakinan dan doa yang ada.
Terima kasih Tuhan, telah memilih
aku menjadi dia, putri kecil harapan keluarga - Endang Tri Lestari.
Komentar
Posting Komentar